“It” Girl dalam Musik Techno, Peggy Gou


Peggy Gou

Fotografi: Jungwook Mok

PEGGY GOU – Seniman sekaligus DJ sekaligus musisi berdarah Korea Selatan yang pernah hidup temporer di London dan kini beresidensi di Berlin, Peggy Gou telah menjejakkan namanya di industri musik cult dengan sensibilitas musik house dan techno yang berkonsep tinggi,serta komposisi beat yang terdengar abstrak. Selepas merilis dua album pendek dua tahun lalu, Peggy Gou kembali dengan EP teranyar dan daftar performa perdana di Coachella tahun ini.

Bagaimana awal mula Anda mendalami potensi dan kemampuan sebagai DJ?

Saya hanya ingat betapa gugupnya saya saat tampil di gig pertama saya di London tahun 2012. Saya bahkan tidak melihat ke arah penonton sama sekali, tapi seiring perjalanan saya, saya menemukan cara untuk rileks. Saya mengajari diri saya melalui latihan konstan, tapi saya masih belajar juga sampai sekarang. Kadang saya masih mengunjungi studio Pioneer di Berlin untuk mempelajari pengetahuan lebih dan fungsi-fungsi baru pada mixer dan CDJ.

Apa Anda memang tumbuh dalam keluarga kreatif?

Keluarga saya memiliki sisi profesional sekaligus sisi artistik. Ayah saya seorang profesor dan penulis, sementara ibu saya adalah pebisnis, tapi saya mendapat sisi musikal dari keduanya, karena mereka mencintai musik, mereka memainkan gitar dan bernyanyi, bahkan mereka juga senang untuk menggambar. Kakak laki-laki saya menekuni ekonomi dan matematika, tapi orang-orang bisa melihatnya sebagai seorang pianis, karena saat ia memainkannya, ia bermain selayaknya profesional. Jadi walaupun saya sedikit berbeda dengan sisa keluarga saya, saya bisa mengatakan bahwa saya lahir dari keluarga yang kreatif.

Bagaimana Anda menginjeksikan orisinalitas dalam karya Anda?

Menurut saya, karya adalah tentang personality. Bagi saya, apapun karyanya harus memiliki cerita dan identitas. Inilah yang saya coba tanamkan pada seluruh karya yang saya kerjakan – tak peduli apakah itu bidang fashion, seni, musik… harus terasa seperti diri Anda.

Apa musik terakhir yang membekas pada Anda?

Saya sedang mendengarkan tune terbaru James Blake, If The Car Besides You Moves Ahead. Dan saya mengacu padanya sebagai seorang musisi – dia genius!

Apa yang mendorong minat Anda dalam fashion?

Individuality. Mengingat bahwa saya hanya harus menjadi diri saya sendiri – tidak mengkopi atau melakukan sesuatu untuk orang lain selain jujur pada diri saya.

Bagaimana Anda mendekorasi studio Anda?

Studio saya di Berlin berlokasi di rumah saya – ada beberapa synthesizer, mesin drum, piano – tidak ada yang terlalu spesial. Tapi satu hal yang bisa saya sebut spesial adalah, saya punya boneka jerapah raksasa! Dan rasanya dia selalu mengawasi saya!

Selain merilis EP, apa lagi yang sedang Anda kerjakan?

Saya punya rilisan yang akan hadir di Phonica dengan remix dari satu DJ favorit saya, Ge-ology. Lalu saya akan mengerjakan EP baru lagi – tahun ini bagi saya adalah lebih tentang mencipta daripada touring.

 

Simak perbincangan kami lebih jauh tentang proses kreatif Peggy Gou terhadap EP terbarunya dalam majalah L’Officiel Indonesia edisi Maret 2018.

 

Baca juga: Wawancara dengan sutradara film White Girl, Elizabeth Wood.

Share: