Inspirasi Artistik Max Mara Resort 2019

Untuk koleksi Resort 2019, Max Mara goes back to its roots sebagai label yang berasal dari kota Reggio Emilia di Italia

21.06.18 by Ardika Pradnya

Untuk koleksi Resort 2019, Max Mara goes back to its roots sebagai label yang berasal dari kota Reggio Emilia di Italia. Peragaan busana yang diadakan di musium Collezione Maramotti, yang dimiliki oleh keluarga sang pendiri dari Max Mara sendiri, menjadi sebuah peragaan busana yang berarti bagi rumah mode ini.

Berbagai koleksi seni kontemporer pun menjadi sumber inspirasi bagi Ian Griffiths, Creative Director dari Max Mara. Dengan elemen gerakan seniman pada tahun 50 dan 60an, yang digambarkan dengan aksen deconstructed dan raw dengan balutan warna netral yang mewah. Berbagai referensi terhadap karya-karya seni tersebut juga disuguhkan dengan cara yang subtle.

Potongan khas Max Mara yang tajam tidak absen dari koleksi ini, seperti tailored suit dengan campuran bahan seperti camel dan sutra, perpaduan antara kelembutan dan ketegasan. Terdapat juga permainan terhadap tekstur, seperti patchwork yang menyerupai karya ‘Achrome’ dari seniman Manzoni, lipitan skulptural yang terinspirasi oleh ‘Ferro’ karya dari Burri, dan berbagai lekukan dan jahitan yang terinspirasi oleh berbagai karya dari gerakan seni Arte Povera dari seniman Anselmo.

Yang paling mengagumkan adalah berbagai outerwear Max Mara yang menjadi bintang utama dari peragaan busana ini, termasuk signature coat dari rumah mode ini, 101801, yang dipakai sebagai cape. 

Berdasarkan koleksi ini sendiri, sudah terlihat bahwa warisan dari sang pendiri, Achille Maramotti, is alive and well.