Menelaah Inspirasi Nautical dan Sailor Suit Chanel

Posisi Chanel di kancah fashion internasional sudah tidak diragukan lagi sebagai rumah mode yang menyumbang banyak pada sejarah dunia mode, berkat gaya ikonis yang revolusioner. Gaya khas Chanel yang sering terinspirasi dari gaya maskulin ini diterapkan oleh sang pendiri, Coco… View Detail

30.04.18 by Ardika Pradnya
Anna Ewers Chanel Hambourg

Posisi Chanel di kancah fashion internasional sudah tidak diragukan lagi sebagai rumah mode yang menyumbang banyak pada sejarah dunia mode, berkat gaya ikonis yang revolusioner. Gaya khas Chanel yang sering terinspirasi dari gaya maskulin ini diterapkan oleh sang pendiri, Coco Chanel, pada kreasi busana wanitanya sembari tetap menjaga keanggunan dan jiwa yang elegan. Beberapa inspirasi fantastis yang berkembang setiap seasonnya tidak pernah kekurangan, dari setelan gaya Maharaja India sampai Sailor suit.

 
Saat ini, berbagai setelan jaket dari material tweed yang mewah tetap tidak pernah absen dari runway Chanel. Namun, berbagai imajinasi yang luar biasa selalu membalut koleksi demi koleksi di tangan sang  creative director Chanel, Karl Legerfeld. Seperti pada koleksi Metiers d’Art 2017-2018 Chanel yang berjudul Paris-Hambourg. Dengan mengambil lokasi di bangunan Elbphilharmonie di kota Hamburg, Lagerfeld menginterpretasikan nuansa nautical sebagai inspirasi terkininya. Meski elemen ini nampak cukup fresh, namun bukan pertama kalinya unsur ini diangkat oleh Chanel.

 

Sailing Through Time

 

Chanel
Awalnya, busana khusus diterapkan sebagai seragam angkatan laut abad ke-18, sedangkan busana striped jersey diterapkan pada abad ke-19. Beberapa sejarahnya pun cukup menarik. Konon, striped jersey bukanlah desain yang dipilih berdasarkan keindahan estetika, namun lebih ke faktor ekonomis pada zaman itu dimana produk pewarna biru indigo masih memiliki harga yang tinggi, sehingga beberapa stripe putih ditambahkan ke sweater yang dipakai para pelaut tersebut demi menghemat penggunaan warna biru.

 

Queen Victoria

 
Namun pada akhir abad ke-18, Ratu Victoria menciptakan trend terbaru di kalangan aristokrat. Demi menunjukan kekuatan armada lautan kerajaan Inggris saat itu, Ia mendandani anak-anaknya dengan setelan sailor suit. Tanpa disangka, pilihannya menjadi gelombang tren mode yang menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Serikat, dimana tak hanya anak-anak, namun juga wanita dewasa yang mengenakan busana pelaut ini secara elegan.

 

Chanel and the Riviera

 

Deauville

 
Pada awal karirnya, Coco Chanel memulai bisnis kecilnya di kota Deauville. Sebuah kota kecil elegan di pesisir utara Perancis yang kerap menjadi destinasi getaway para Parisian. Dari situ, elemen busana laut menjadi inspirasi bagi Coco Chanel, dan menjadi bagian dari estetika Chanel yang beberapa kali muncul dalam koleksinya.

Coco Chanel

Chanel design

 
Busana ala pelaut seperti celana aksen drop-front dan striped jersey pertama kalinya dikeluarkan pada tahun 1913 oleh Chanel dan merupakan busana yang terinspirasi dari pakaian para pelaut. Jiwa revolusioner dari Coco Chanel sanggup untuk memberikan twist tersendiri dari versi Chanel, yaitu dengan menggunakan bahan silk jersey dan wollen jersey; kedua jenis bahan yang saat itu hanya digunakan pada busana sportswear dan undergarment pria.
Coco Chanel sendiri merupakan penggemar dari busana gaya pelaut. Pada tahun 1930 ia terliat di villa miliknya di Roquebrune-Cap-Martin mengenakan striped jersey saat bersantai menikmati hembusan laut mediterania French Riviera. Ini menunjukkan kecintaan Coco pada gaya unisex yang lantaran menjadi simbol dari chic a la Française.

 

Paris to Hamburg

 

Chanel

 
Asosiasi yang kuat antara Chanel dan sailor suit menjadi titik yang menggabungkan sejarah rumah mode ini dengan koleksi barunya. Peragaan busana Metiers d’Art yang berlokasi di Hamburg, Jerman ini penuh dengan elemen seragam pelaut, dan busana bernuansa nautical. Dari mantel aksen double-breasted, topi gaya mariner, hingga sailor suit yang tentunya dilengkapi dengan kerah persegi gaya pelaut. Sesuai dengan inti dari koleksi Metiers d’Arts, setiap look direalisasikan untuk menonjolkan kemahiran atelier Chanel untuk menghasilkan craftsmanship yang tertinggi di kelasnya, seperti feather dress yang merupakan interpretasi unik dari striped jersey pelaut.

 

Chanel sailors

 
Setiap season-nya, seolah setiap elemen sejarah Chanel dihidupkan kembali melalui koleksi-koleksi yang fresh. Dari Paris, Hamburg, dan beberapa kota destinasi diantaranya, sentuhan sejarah pribadi Coco Chanel diungkapkan melalui koleksi Chanel. Setiap peragaan busana Chanel pada akhirnya selalu menggugah pertanyaan Where do we go next? What else will we learn? Well, One thing is for sure, the Chanel ship will continue to sail to its next destination.