Pesona Equestrian Dior Cruise 2019

Dior kembali menampilkan koleksi Dior Cruise 2019 di pelataran Château de Chantilly di luar kota Paris

29.05.18 by Ardika Pradnya

Tak ketinggalan dengan major fashion houses lainnya, Dior kembali menampilkan koleksi Dior Cruise 2019 di pelataran Château de Chantilly di luar kota Paris, yang juga berfungsi sebagai musium sejarah Equastrian Perancis. Fresh dan penuh dengan referensi Equestrian dan juga female empowerment yang Maria Grazia Chiuri selalu coba untuk tampilkan, Maria Grazia menunjukan sekali lagi jabatannya sebagai wanita pertama yang memegang posisi Creative Director di rumah mode bersejarah Paris ini.

The Inspiration

Dior Cruise 2019

Meski elemen female empowerment selalu menjadi pesan utama yang konsisten setiap season, kali ini Maria Grazia memilih untuk berekspedisi untuk menemukan inspirasi yang kuat. Kali ini, para penunggang kuda wanita tradisional Meksiko, yang dikenal dengan nama Escaramuzas, menjadi inspirasi utama koleksi ini.
Pengadaan peragaan busana di kota Chantilly, yang berada di daerah Picardie, diluar daerah Paris, merupakan pilihan yang juga simbolik. Chantilly adalah sebuah kota yang tak hanya terkait dengan kerajinan renda, tetapi juga dengan tradisi penunggangan kuda di Prancis.

The Collection

Para wanita ini dikenal tak hanya dengan profesinya yang umumnya merupakan profesi laki-laki, namun juga penampilan mereka yang sangat feminin. Rok panjang, brodir, warna terang, topi besar, dan bunga-bunga menjadi elemen yang biasanya ditemui di pakaian wanita Escaramuzas.

Maria Grazia menginterpretasi elemen-elemen tersebut dengan sentuhan Dior. Rok yang panjang dan mewah dikenakan dengan jaket aksen fitted yang menonjolkan bentuk pinggang, gaya ini juga ditekankan dengan sabuk high-waist.

Dior Cruise 2019

Koleksi ini juga dibuat dengan bahan-bahan yang berbeda, seperti bahan klasik Prancis yaitu toile de Jouy yang dimodernisasi. Dengan motif pemandangan yang memukau, serta serangkaian hewan liar, termasuk harimau dan ular. Terdapat juga beberapa renda, baik sederhana ataupun lebih mewah, dilapis dan dilipit-lipit, dipadankan dengan sepatu bot karet hitam yang kontras dan merupakan elemen yang lebih kontemporer. Pasangan seperti ini juga hadir dalam rok tulle dan jaket Bar yang merupakan kontras dari aksen sharp dan soft.

 

Koleksi ini juga mengambil referensi dari The House of the Spirits, novel pertama oleh penulis asal Chili Isabel Allende, yang menggambarkan seorang karakter wanita independen. Hasilnya, topi jerami bertepi lebar, yang dibuat oleh Stephen Jones, dikenakan dengan gaun putih, disulam menurut metode tata busana tradisional, dengan hiasan renda yang memberikan dampak grafis.

 

 

The Savoir-Faire

Sebagai sebuah Maison de Couture, tentunya craftsmanship menjadi unsur yang sangat dibanggakan oleh Dior. Pada koleksi ini, pekerjaan bordir yang dilakukan oleh tangan dikerjakan oleh atelier Potencier broderies, memastikan excellence on every aspect of the collection.
We shall expect to be transported to a different time and place for the next collection!