Berbincang dengan Daniel Mitchell, Creative Director Potato Head Beach Bali

Posisi yang menggenggam pengaruh terhadap banyak orang, namun bekerja dari balik layar, sekaligus memegang krusial kontrol pusat dari segala sesuatunya. Inilah peran yang diemban seorang Creative Director, persis seperti yang Daniel Mitchell mainkan dalam menciptakan orkestra seni berpesta level panggung dunia dengan sederet bintang DJ Harvey hingga Grace Jones di Bali.

21.12.18 by Givania Diwiya Citta

Daniel Mitchell, Creative Director Potato Head Beach Bali – Sebagai Creative Director untuk Potato Head Beach Bali, Dan, begitu ia disapa, memiliki state of mind hidup untuk berkreasi, dengan hasrat untuk mendorong sesuatu lebih dari batasnya. “Tugas saya adalah menciptakan suatu ekspresi otentik yang jika bisa membuat orang tergerak, maka tugas saya selesai,” ungkap Dan, yang lantas lanjut menjelaskan tujuannya dalam mengusung misi untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, dan membantu membangun masa depan berkelanjutan lewat pekerjaan yang bisa ia lakukan sebaik-baiknya. Yakni menciptakan pengalaman dan ekspresi artistik lintas bidang, yang juga menyoroti berbagai isu penting.

daniel mitchell

FOTOGRAFI: Alyona Simonova

Mungkin ini juga yang membuat Potato Head Beach Club Bali menggelar terciptanya A Dance for Lombok, A Night for Sulawesi yang didedikasikan untuk pemulihan dua area dampak gempa besar yang melanda bumi Indonesia tahun ini, hingga serial inisiasi Komitmen yang bertujuan untuk mengeliminasi penggunaan plastik. Dan yang juga mengakui beruntung memiliki partner visioner Ronald Akili, founder Potato Head, yang memberikannya kebebasan kreatif dalam mengembangkan brand sejauh mungkin, berhasil mengawinkan apa yang disebut sebagai akar nilai jiwa Indonesia dengan disiplin kreatif kontemporer untuk mewujudkan dunia yang seimbang. Yaitu melalui wujud pesta musik selaku bahasa universal yang membuat semesta hidup, dan mampu menyatukan satu sama lain dengan cosmos.

daniel mitchell

Kamasi Washington

Celah sekaligus peluang ini juga yang disadari Dan melalui caranya menginfusi sisi kontemporer Bali yang telah kaya akan tradisi kulturalnya. Bersama Potato Head, Dan telah membangun jejak modern untuk Bali melalui membawa performa level internasional yang cult sekaligus substansial. Sebut saja bagaimana nama-nama besar namun niche dalam musik dance seperti Larry Heard, Tim Sweeney, atau Tony Humphries dan Kamasi Washington yang baru-baru ini mengisi panggung Potato Head Beach Club Bali. Rahasianya? “Kami tidak hanya mengundang mereka ke Bali untuk bermain pertunjukan, kami mengundang mereka untuk terhubung dengan kita, orang-orangnya, dan untuk mengenal kultur Bali yang kita cintai ini,” jawab Dan.

daniel mitchell

Grace Jones

Belum lagi bahwa Dan dan timnya sukses membawa Grace Jones plus 40 kru string miliknya untuk memberikan tampilan paling memukau yang Bali pernah saksikan tahun 2016 lalu. Atau portofolio koneksi Dan dengan DJ Harvey yang konstan berkolaborasi lebih dari permainan musik delapan jam non stop, tapi juga dalam bentuk sebuah nightclub yang akan dibuka musim panas tahun depan sebagai salah satu bagian dari proyek baru Potato Head Hotel. Tak sampai di situ, Dan juga mendorong scene musik lokal melalui aksi DJ residen Dea, Gero, Tantra crew, dan hadirnya Studio Eksotika sebagai hub untuk seniman Indonesia. Rasanya ia turut serta membawa Bali bertumbuh dewasa beberapa tahun terakhir ini, dengan lanskap musik yang lebih kuat, dan menjadikannya tempat terbaik di dunia untuk berdansa.

daniel mitchell

DJ Harvey

“Di dunia yang semakin terpecah ini, seni berpesta adalah menyaksikan bagaimana orang dari berbagai macam kehidupan dan bidang bersatu padu dan terhubung melalui satu kebutuhan universal yang sama dari rasa memiliki dan rasa akan melampaui vibrasi yang lebih tinggi. Inilah yang membuat sebuah pesta menjadi hebat,” yakin Dan yang kita kenal sebagai seorang pengarah kreatif, seorang fasilitator bagi seniman bernilai potensi hebat, dan seorang penyalur momen joyful dalam seni berpesta.

daniel mitchell

Boiler Room

Dokumentasi foto: Potato Head Beach Club

Foto utama dan foto Daniel Mitchell: Alyona Simonova

Baca cerita selengkapnya di majalah L’Officiel Indonesia edisi November-Desember 2018.