Denny Sumargo dalam Basket, Akting, dan Bisnis

Sky is the limit for Denny Sumargo with his fully determinate persona.

17.09.18 by Givania Diwiya Citta
denny sumargo

Denny Sumargo mungkin adalah bunglon yang paling bisa berkamuflase menjalani berbagai profesi tanpa menyisihkan determinasinya pada setiap yang dikerjakannya. Ia merupakan pebasket, pebisnis, dan seorang aktor. Basket diakuinya sebagai inti dirinya selaku penyalur emosi secara sehat, sementara akting yang awalnya dirasa sebagai keharusan untuk menyambung hidup, bertransformasi menjadi gairah yang tak disangka ia nikmati. Kita telah familiar terhadap sosoknya sejak dirinya bertandang dalam tim nasional basket tanah air tahun 2000, dan melihat perjalanannya membawa tim nusantara meraih kemenangan dan mengharumkan nama bangsa di ajang bergengsi nasional seperti Indonesian Basketball League (IBL) hingga South East Asia Basketball Association (SEABA).  Namanya sebagai aktor juga kian mendapat rekognisi berkat film blockbuster nasional 5 cm dan serial tv My Trip My Adventure. Dalam skena bisnis, sebuah digital production dan resor tengah menjadi fokusnya, dan kita tahu bahwa ini hanyalah lanjutan dari rantai bisnis yang ia rintis dari beberapa restoran dan pasokan gadget yang ia gawangi sejak menjadi atlet.

denny sumargo

Prinsip yang diemban hingga Denny bisa menjalani dan meraih pencapaian, baginya adalah teori sederhana tentang hidup hanya satu kali. “Kita tidak pernah tahu hidup ke depan seperti apa. Kita juga punya masa lalu yang banyak kita sesali. Tapi pertanyaan sebenarnya, apa yang ingin kita miliki dalam hidup, sebagai diri kita?” ungkapnya, seraya melanjutkan bahwa jawabannya dimulai dari memiliki hati yang besar. Denny percaya akan kekuatan dari tidak takut dengan kegagalan dan tidak menjadikannya alasan untuk berhenti berusaha. Tentu tidak mudah untuk mencapai posisi ini, Denny setuju. Tapi ia belajar hal krusial dari menjalani basket selama 11 tahun, bahwa kunci kesuksesan seseorang disusun dari 30% bakat dan 70% attitude. “Saya mungkin tidak disebut yang paling jago, tapi saya punya attitude untuk latihan delapan jam sehari, menambah porsi latihan sendiri, disiplin datang paling cepat dan pulang paling akhir.” Ini juga yang menjadi representasi dampak kariernya dalam berakting, hingga dalam kurun waktu lima tahun, ia telah bermain peran dalam hampir 15 film. Dengan pengetahuan film serta akting yang nihil, Denny menggerakkan dirinya untuk belajar secara organik, mengenai akting, lighting, hingga kamera, terlebih selalu datang tepat waktu. Ia percaya bahwa dengan attitude yang bisa dikembangkan dengan baik, akan membantu mengeluarkan potensi dalam diri. “Ibarat gedung yang tak langsung besar dan harus melewati tahapannya, saya menuang isi satu per satu tanpa harus berpikir kapan ia harus jadi. Saya rasa itu lebih menyenangkan dibanding berekspektasi dia harus jadi sebesar apa. Just keep on doing the good things. But have a hope on that, karena harapan lah yang menjaga passion dan memotivasi kita.”

FOTOGRAFI Ikmal Awfar
STYLING Kiky Rory
GROOMING Tiffani from GNMUA Team
GROOMING ASSISTANT Yolanda Felicia
WARDROBE No’om No’mi
STYLING ASSISTANT Indira
PHOTOGRAPHED AT Cloud Lounge & Dining Jakarta
Artikel selengkapnya dalam majalah L’Officiel Indonesia edisi September 2018.