/  

Dongeng Modern Max Mara

24.09.18 by Ardika Pradnya

Max Mara – Untuk Koleksi Spring Summer 2019, Max Mara melihat langsung kepada betapa lebih indahnya dongeng klasik jika memiliki sudut pandang yang lebih mengedepankan sosok perempuan.

Sang Creative Director, Ian Griffiths, terkesima dengan adanya adaptasi terbaru dari dongeng-dongeng klasik oleh penulis perempuan; seperti Emily Wilson, penulis perempuan pertama yang mengadaptasi “The Oddyssey”, “The Penelopiad” oleh Margaret Wood, dan “Circe” oleh Madeline Miller. Hadirnya karya penulis perempuan ini memberikan sebuah sudut yang cenderung lebih feminis namun juga tetap inspiring.

Max Mara Spring Summer 2019

Pada koleksi ini, Griffiths menelisik arsip Max Mara dari tahun 80an oleh Anne-Marie Beretta, seorang desainer yang juga memiliki fasinasi tersendiri terhadap kisah-kisah klasik. Kontribusinya pada estetika Max Mara  seperti siluet jaket dan mantel strong-shoulder yang dipadupadankan dengan draping asimetris pada atasan dan rok, menjadi elemen klasik yang juga diberikan hembusan nafas yang baru oleh Ian Griffiths.

Max Mara menggambarkan seorang sosok Amazonian modern yang proud, fierce, dan juga berani. Hal ini dikemas dengan pilihan palet warna yang segar, bak suasana lautan mediterania; hadirlah warna-warni seperti olive, ochre, pristine white, dan biru tua; dengan balutan monokromatik. Selain itu, aksesoris Max Mara seperti Atalanta bag dan sunglasses Briseis menambah attitude yang lebih bold pada koleksi ini.

Whatever kind of tale she might belong, this modern-day Amazonian is up for an adventure!

14_max_mara 44_max_mara 36_max_mara 27_max_mara 04_max_mara 16_max_mara
<
>