Ekshibisi Karya Schiele dan Basquiat di Paris

Perjalanan karya dan evolusi diri kedua sosok seniman yang impactful pada masing-masing masanya, dipamerkan secara perdana dan masif di Fondation Louis Vuitton, Paris. Menjadi jembatan kita untuk menyelami dunia dari mata dua mendiang seniman muda yang tak ada duanya.

19.12.18 by Givania Diwiya Citta
ekshibisi schiele basquiat

Ekshibisi Karya Schiele dan Basquiat di Paris – Berlangsung sedari 3 Oktober hingga 14 Januari 2019 mendatang, ekshibisi yang menampilkan ekspedisi karya dua seniman Egon Schiele dan Jean-Michel Basquiat menghiasi hampir seluruh ruang yang Fondation Louis Vuitton punya. Bagaimana tidak, semasa hidupnya, Schiele menghasilkan 300 lukisan dan beberapa ribu gambar, sementara Basquiat menghasilkan lebih dari seribu lukisan dan sebanyak itu pula untuk karya gambarnya.

ekshibisi schiele basquiat

The Blind Woman, 1911 – Egon Schiele

Schiele yang hidup di Vienna pada era 1900, dan Basquiat yang hidup di New York pada era ’80-an, meninggalkan dunia tepat pada usia yang ke-28, dan keduanya memiliki mentor yang sama-sama mempelopori pop art di generasinya: Schiele punya Gustav Klimt, Basquiat punya Andy Warhol.

ekshibisi schiele basquiat

Self-Portrait with Chinese Lantern Plant, 1912 – Egon Schiele

Kedua pameran untuk dua seniman ini juga didedikasikan mengekspos evolusi diri yang terjadi pada Schiele dan Basquiat. Seluruh karya masing-masing seniman lantas dirancang sesuai lini waktu pengembangan diri mereka. Schiele dari awal masanya mengenal Van Gogh berkat Klimt, lalu masa paling eksploratif bagi Schiele terhadap sederet karya expressionist terikonisnya seperti Pregnant Woman and Death (1911) hingga Self-Portrait with a Chinese Lantern (1912).

ekshibisi schiele basquiat

Woman with Mirror, 1915 – Egon Schiele

Berlanjut sampai pada masa Schiele dan skena perang dunia yang berdampak signifikan pada karyanya yang menjadi lebih tidak agresif namun familier khas garis-garis Schiele, seperti Portrait of the Artist’s Wife Seated, Holding Her Right Leg (1917).

ekshibisi schiele basquiat

Irony of a Negro Policeman, 1981 – Jean-Michel Basquiat

Beralih ke Basquiat, evolusi diri dan karya seniman ini juga ditata alurnya sejak masa perkenalannya dengan museum, buku, dan kepekaannya terhadap absennya pengakuan bagi seniman Afrika dan Afro-Amerika. Sosok sebangsanya yang ia tafsirkan sebagai pahlawan, tercermin kuat pada lukisan Irony of a Negro Policeman (1981) hingga Untitled (1982) untuk petinju Sugar Ray Robinson.

ekshibisi schiele basquiat

Untitled (Boxer), 1982 – Jean-Michel Basquiat

Namun kita juga bisa melihat cinta besar Basquiat pada akar budaya jalanan New York miliknya pada karya paling esensial seperti Grillo (1984). Pada akhirnya ekshibisi berskala mayor ini membuktikan sebuah benang merah bahwa dua nama Schiele dan Basquiat mewariskan dampak abadi pada lanskap seni kontemporer serta sosial global, jauh melintasi waktu bahkan setelah kepergiannya.

ekshibisi schiele basquiat

Dos Cabezas, 1982 – Jean-Michel Basquiat

Baca juga: Ekshibisi seni “Timun Mas” di Jakarta.