Glenn Victor dan Dedikasinya untuk Olahraga Indonesia

The swimming athlete who takes on 2016 World Olympic stage aims high ever since.

24.09.18 by Givania Diwiya Citta
glenn victor sutanto

Tidak bisa dipungkiri, kehadirannya pada panggung Olimpiade Dunia di Rio tahun 2016 silam membawa virus antusiasme terhadap industri olahraga nusantara, sekaligus tentu saja pada atlet renang ini, menyebar di Indonesia. Glenn Victor Sutanto yang kala itu berusia 27 tahun melenggang di liga renang nomor 100 meter gaya kupu-kupu, meraih posisi ke-35 di antara 42 perenang terbaik dari seluruh penjuru dunia, dengan mengukuhkan catatan waktu 54,25 detik. Keikutsertaannya dalam ajang liga dunia ini semakin melengkapi prestasinya sebagai atlet nasional renang Indonesia di kancah internasional. Seperti yang kita tahu, Glenn telah lebih dulu dikenal sebagai perenang andalan tanah air dalam kejuaraan SEA Games. Selama masa karier profesionalnya dalam industri renang yang dimulai sejak tahun 2006, Glenn telah terlibat dalam SEA Games per tahun 2007 dan telah mengantongi setidaknya sembilan medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu. Ia juga mencatatkan rekor waktu terbaiknya pada 52,90 detik kala SEA Games tahun 2015 di Singapura. And he aims high ever since.

glenn victor sutanto

Glenn adalah tipe yang akan menekuni apapun yang tersaji di depannya. Ia memiliki tujuan, dan saat ia berkomitmen menjalaninya, ia mengerahkan fokusnya secara maksimal. Tahun ini, ia memiliki satu fokus utama, yaitu bertanding di Asian Games 2018, di mana Indonesia untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar ke-2 dunia ini. Bersama dengan tim perenang inti, Glenn intensif latihan sejak bulan Februari hingga April di Queensland, dan lanjut bertandang ke Los Angeles untuk pemantapan latihan dengan pelatih renang kenamaan Amerika, Dave Salo, dari bulan Mei hingga Agustus. Proses tujuh bulan latihan baik di kolam renang maupun gym yang konstan, adalah wujud determinasi yang dilaluinya demi memperbaiki catatan waktu atau bahkan meraih target personalnya, yakni mencetak waktu terbaik kembali seperti performanya pada 2015 lalu. “Saya selalu mengingat perkataan Lance Armstrong, bahwa rasa sakit itu sementara, tapi penyesalan adalah selamanya. Saya benar-benar menangkapnya karena ini sangat berkenaan dengan berenang. Rasa sakit saat latihan hanyalah sementara, tapi bila saat kalah lomba dan tahu karena persiapan yang kurang maksimal, itu akan menjadi penyesalan,” tambahnya. Glenn yang tahu benar bahwa momen penentu kemenangan adalah bagaimana melawan musuh dalam diri, mempercayai kontrol penuh terhadap innerself untuk menang bertanding dengan waktu. “Saat pertandingan, atlet tidak akan berpikir bagaimana cara untuk meningkatkan stamina atau lainnya. Jadi saat latihan, persiapkan yang terbaik. Saat rasa malas tiba, ingatkan kembali diri sendiri tujuan yang ingin dicapai.”

FOTOGRAFI Ikmal Awfar
STYLING Kiky Rory
GROOMING Tiffani from GNMUA Team
GROOMING ASSISTANT Yolanda Felicia
WARDROBE No’om No’mi
STYLING ASSISTANT Indira
PHOTOGRAPHED AT Cloud Lounge & Dining Jakarta
Artikel selengkapnya dalam majalah L’Officiel Indonesia edisi September 2018.