Balutan French Art Living pada Le Bristol Paris

09.04.19 by Rizky C. Rory

Le Bristol Paris – Lewat pengalaman bersama sang paman yang adalah seorang restaurateur dan hotelier sedari masa kecil, Hippolyte Jammet merajut mimpinya untuk membangun sebuah hotel elegan, modern, dan subtil di kota Paris yaitu Le Bristol Paris. Hotel mewah yang ia ibaratkan sebagai akomodasi berkarakter distingtif yang akan memanjakan dan merawat setiap wisatawan layaknya tinggal di sebuah rumah.

Di umurnya yang ke 30 tahun, Hyppolyte Jammet mengambil alih sebuah mansion yang pernah menjadi tempat tinggal Comte de Castellane. Berlokasi di 112 rue du Faubourg-Saint-Honore – area prestise di jantung kota Paris. Hanya dalam waktu dua tahun, Jammet merenovasi mansion tersebut dan berhasil mewujudkan fundamental yang terjait sempurna pada setiap bagian hotel. Dimana penataan di dalamnya, menggabungkan ultra-modern comfort dengan French art living.  Dilakukan dengan cermat dan detail pada setiap interior, terdiri dari furnitur antik yang elegan dan benda seni original. Membuat setiap ruangan menyimpan keindahan dan suasana intim, yang juga disempurnakan dengan sentuhan personalisasi yang diyakini Jammet sebagai faktor yang mendorong kesuksesan sebuah hotel.

Modernisasi Sejarah Perancis dan Destinasi Pilihan Insan Hollywood

Le Bristol Paris merupakan hotel yang kerap menjadi pilihan para tokoh penting dunia dan insan Hollywood. Menjadi lokasi dari sederet produksi Hollywood diantaranya karya dari sutradara Woody Allen yaitu Midnight in Paris dan televisi seri tahun 90-an, Sex and the City, yang dilatar belakangi standar yang sulit tertandingi, servis terbaik yang sejalan dengan setiap elemen luxury hotel, dan kebijaksanaan mutlak yang telah menjadi jati diri dari Le Bristo Paris. Semenjak diambil alih oleh Oetker Collection dimana pada tahun 1979 melakukan renovasi besar-besaran, Le Bristol Paris tampil dengan taman Perancis seluas 1.200 meter persegi, diikuti swimming pool pada rooftop dengan pemandangan kota Paris yang stunning.

Terdiri dari 190 kamar dan suites, Le Bristol Paris memastikan setiap ruangan menjadi palet yang memancarkan kesan joie de vivre yang mengombinasikan dekorasi istimewa bernapas klasik dan suasana serene. Terletak pada bangunan historis the Matignon atau residence wing, seluruh kamar dan ruangan memiliki keunikannya tersendiri dengan luas kamar yang bervariasi. Mulai dari 40 square meter hingga 320 meter untuk Imperial suite, semuanya bermandikan cahaya yang memberi kesan segar, elegan, dan intim. Mengingatkan suasana yang hanya dimiliki sebuah istana. The Oetker Collection, pemilik dari Le Bristol Paris, mendesain secara personal setiap tempat di dalamnya dengan mengombinasikan pembaharuan elemen era Louis XV yang disempurnakan dengan gaya milik era Louis XVI. Mulai dari furnitur, lukisan, fabric, kaca, lampu, dan berbagai benda berharga yang setiapnya dipahami dan dipilih secara seksama untuk mengahadirkan atmosfir yang damai dan welcoming.

Fasilitas yang menjadi bagian dari ruangan milik Le Bristol Paris ialah dua terrace suites selain dari 40 junior suites. Teras ini dilengkapi dengan rooftop garden yang memancarkan aroma halus dari lavender, rose, dan rosemary. Jacuzzi juga hadir dikelilingi daun lusih. Terdapat pula sembilan signature suites diantaranya Paris suite yang luas dan dapat bertransformasi menjadi sebuah apartemen dengan ruang steam. Sedangkan Panoramic suite, akan memberikan setiap tamu pengalaman menikmati malam romantis di bawah langit Paris pada teras bunga yang dimana spirit yang sama dapat ditemukan pada Honeymoon suite dengan pemandangan Eiffel tower. Imperial suite menjadi yang terbesar dengan luas 320 square meter yang menghadirkan Le Bristol French garden dan courtyard serta dilengkapi dengan dua kamar, ruang tamu, dan ruang makan.

Terdapat dua restoran yang memegang titel Michelin star yaitu Epicure restaurant dan The 114 Faubourg Brasserie. Sebuah café bernama Antonia yang cosy dan convivial dengan ambience yang kental akan sejarah Perancis, dan Le Bar du Bristol yang tertangkap pada salah satu scene film Midnight in Paris yang dibintangi Owen Wilson dan Rachel McAdams, mengukuhkan Le Bristol Paris sebagai permata milik kota cahaya dengan infusi France monarch yang diciptakan untuk memenuhi gaya hidup modern traveller.

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 2
<
>