Kim Ann Foxman tentang Kreativitas, Musik Elektronik, dan Otentisitas

We talked with the Hawaii-born and NY-based DJ about what it means to be authentic and her creative expedition towards music and fashion.

23.11.18 by Givania Diwiya Citta
kim ann foxman

Antara Hawaii dan New York, bagaimana kedua kultur ini membentuk proses kreatif Anda?
Hawaii membuat saya terus membumi dan NY membuat saya terus produktif serta terinspirasi. Saya punya dua sisi dari diri saya, kehidupan pulau dan perkotaan menjadi keseimbangan untuk kreativitas saya.

Apa Anda berasal dari latar keluarga kreatif?
Kakek saya adalah inventor dan sangat keren. Dia liar. Dia punya pesawat terbang karet yang dia buat sendiri, dan menciptakan berbagai hal seru dan menjadi stunt gila seorang diri. Dia adalah orang aneh yang semua orang cintai. Ayah saya lebih daripada keren dan selalu mendorong saya menjadi diri sendiri tak peduli apa dan bagaimana saya mendorong kreativitas saya, jadi saya bersyukur untuk itu. Sisi keluarga ibu saya sangatlah musikal, jadi ya, saya rasa saya memiliki banyak kreativitas dari keluarga.

kim ann foxman

Bagaimana sense of DJ muncul pada Anda? Dan apakah kemampuan itu sudah berevolusi sesuai yang Anda inginkan?
Sama seperti semua hal, butuh latihan tapi saya menyadari bahwa saya menyukai melakukannya. Saya bawa turntable saat pertama kali pindah ke New York, saya punya banyak record tapi tidak tahu cara mixing. Saya melewati semua proses belajarnya dan mendedikasikan diri untuk bisa menguasainya. Saat saya melihat ada perkembangan, saya terpaut! Saya sangat senang dengan progres yang saya buat. Saya telah berevolusi dan belajar secara konstan, tapi saya percaya bahwa selalu ada ruang untuk berkembang. Ini membuat semuanya terasa seru. Saya tidak akan pernah berhenti belajar.

Apa saja referensi Anda untuk membantu mempertajam sense dalam deep house?
Saya mengingat kembali hari-hari saya di San Francisco. Saya paling banyak mendapatkan pengetahuan tentang musik di sana. Saat itulah saya mulai mengoleksi album musik dance dan rave. YouTube juga alat bagus untuk menggali musik. Saya bisa tenggelam di YouTube.

Apa prestasi yang paling membanggakan Anda sejauh ini, dan apa yang menjadi turning point Anda?
Membuat orang berdansa dan merasa hidup sangat menyenangkan. Keterlibatan saya dalam Hercules and Love Affair adalah platform bagus yang membuat saya dikenal sebagai seniman, tapi mengikuti jalan saya sendiri adalah prestasi terbaik saya.

kim ann foxman

Apa gig pertama Anda?
Tahun 1999 saya sedang bermain dalam two man band di SF. Itu adalah gig pertama saya yang melibatkan musik electronic secara live. Gig DJ pertama saya adalah tahun 2002 di bar di Brooklyn bersama beberapa teman saya. Saya sangat gugup, tapi crowd meresponnya dengan baik hingga membuat saya ingin melakukannya lagi dan lagi.

Bagi Anda, apa yang dimaksud otentisitas dalam sebuah karya? Dan bagaimana Anda menghantarkannya?
Itu adalah tentang menciptakan sesuatu yang Anda rasakan, tak peduli apa yang orang lain pikirkan, tak peduli tren apa yang sedang berlangsung, tapi Anda meyakininya.

Apa yang mendorong Anda tertarik pada fashion?
Saya punya banyak sekali teman berbakat di fashion. Sahabat saya adalah seorang hair stylist yang luar biasa, dia mengerjakan banyak fashion show dan editorial. Namanya adalah Holli Smith. Banyak teman saya yang bekerja di fashion, banyak yang desainer, pemilik butik, fotografer, dan lainnya, jadi saya rasa itu menulari saya. Terima kasih teman-teman!

kim ann foxman

Bagaimana Anda mendekorasi ruang kerja Anda?
Saya merancangnya agar tetap terasa menyenangkan dan menginspirasi, saya punya karpet warna-warni yang gila, meja kerja yang nyaman, dan tanaman. Banyak hal lucu pada dekorasi.

Kualitas seperti apa yang Anda cari dari pasangan hidup?
Penyayang, kreatif, peduli, percaya diri, komunikatif, pengertian, lucu, dan positif.

Di antara segala kesibukan, bagaimana Anda berelaksasi?
Saya biasanya menikmati makanan yang enak dan bertemu dengan teman-teman, mereka biasanya datang ke rumah saya. Saya juga suka berjalan-jalan kaki keliling kota, mungkin juga menonton film.

FOTOGRAFI: Edoardo De Ruggiero