Lead the Way: Duo Cotton Ink

Like a true style machine.

12.09.18 by Ardika Pradnya
Cotton Ink

Sepuluh tahun yang lalu, dua perempuan telah terbawa oleh arus Obamania yang menyapu berbagai pelosok dunia pada saat kampanye kepresidenannya. Sosok Obama yang ketenarannya juga menginspirasi pop culture itu juga akhirnya membuat Ria Sarwono dan Carline Darjanto untuk mulai memproduksi t-shirt dengan wajah mantan Presiden Amerika Serikat itu. Ide yang sederhana inilah yang menjadi titik awal cerita Cotton Ink hingga menjadi label mode lokal yang populer.

“Dulu kita sangat tidak menyangka bahwa usaha kecil-kecilan yang kita mulai bisa berkembang menjadi bisnis yang sebesar sekarang” Kata Carline. Cotton Ink kini telah menjadi fashion label dengan 3 toko di Jakarta dan stockists di beberapa kota besar di Indonesia, serta butik online yang memiliki persentase penjualan yang cukup penting. Tentunya, kemitraan kedua perempuan ini tidak melalui proses yang mudah. “It takes time untuk memahami bagaimana mencari dinamika kerja yang pas bagi kami, tapi kuncinya adalah respect dan mengenal batas profesional dan personal” Ujar Ria.

Cotton ink

 

Dari awalnya, pemahaman keduanya terhadap branding dan produk membuat keduanya dapat bekerjasama untuk membangun sebuah label fast-fashion lokal. “Sepuluh tahun yang lalu, industri ini sungguh berbeda. Dulu, menjadi seorang desainer di Indonesia adalah either you’re being a high-end fashion designer atau bekerja menjadi penjahit untuk big manufacturer. Akibatnya, pandangan orang soal profesi ini pun juga dulu lebih dipandang sebelah mata. Untungnya sekarang sudah berubah” Cerita Carline. Kini, keberadaan Cotton Ink pada akhirnya mengisi kekosongan pada skema industri mode nusantara.

Hal ini tentunya tidak bisa dicapai tanpa beberapa kelebihan yang mereka miliki. Mereka mengakui bahwa product innovation menjadi salah satu pemicu kesuksesannya. Dengan frekuensi peluncuran produk baru setiap minggunya, membuat Cotton Ink menjadi yang terdepan dalam memberikan pilihan gaya yang updated bagi para pelanggannya, sehingga cukup bersaing dengan label fast fashion internasional.  

 

cotton ink

Kejelian Ria dan Carline untuk menggunakan media sosial juga sungguh membantu mereka untuk menjalin hubungan yang erat dengan para pelanggannya. Dengan tagar #youxcottonink mereka dapat melihat langsung aksi para pelanggan yang memakai busana Cotton Ink di Instagram, dan juga tidak sungkan untuk me-repost kepada followers mereka yang sudah mencapai lebih dari 480 ribu itu.

Kini, Cotton Ink merayakan 10 tahun eksistensinya dengan koleksi khusus berkolaborasi dengan selebritis lokal yang memang penggemar dari label ini. Diantaranya adalah Isyana Sarasvati, Raisa, Dian Sastrowardoyo dan Vanesha Prescilla yang menurut mereka sungguh mewakili Cotton Ink women in their different stages.

“Pada akhirnya, we celebrate women. Brand ini telah berkembang dengan hadirnya line Cotton Ink Studio, Archipelago, Active dan Mini, dan ini sungguh merupakan refleksi dari diri kami masing-masing.” Ujar Ria.

Namun, mungkin sosok dua perempuan inilah yang merefleksikan perempuan Indonesia masa kini. Unstoppable and not afraid to lead.

cotton_ink_dian_sastrowardoyo_raisa cotton_ink_isyana_sarasvati_1 cotton_ink_4 cotton_ink_1
<
>