Menilik Hunian Kolektor Seni di New York

The collector’s cave that feels like a livable art gallery.

13.09.18 by Givania Diwiya Citta

Adalah firma desain interior Aman & Meeks yang sukses memanifestasikan idealisme sang pemilik rumah akan seni hunian menjadi nyata. Firma interior yang digagas oleh James Aman dan John Meeks pada tahun 1998 ini memanglah spesialis pada proyek komersil dan residensial yang luks. Sederet portofolionya melibatkan butik fashion Ralph Lauren, butik barang antik premium Newel, hingga Mandarin Hotel. Dan saat Aman & Meeks dipercaya untuk mendesain apartemen ini, lahirlah sebuah konsep hunian premier yang visioner sekaligus memorable.

aman and meeks

Untuk mewujudkan konsep artistik rumah ini, tantangan pertama yang harus ditaklukan adalah menggabungkan (yang tadinya) tiga apartemen sekaligus menjadi satu hunian yang kohesif. Alhasil, enam kamar tidur yang empat di antaranya berhasil memiliki panorama Park Avenue, masih tetap terasa layaknya apartemen khas New York yang klasik, namun juga memiliki ruang untuk koleksi karya seni sang pemilik rumah. “Apartemen ini sungguh sebuah definisi eklektik antara kombinasi kuno dan baru,” ujar kedua desainer dalam sesi e-interview. Nyatanya, teknik khas keduanya dalam menciptakan interior yang transisional dan tak pernah kadaluarsa ini diimplementasikan pada penataan koleksi seni sang pemilik rumah, sekaligus dari pembuatan elemen yang custom-made. Simak saja ruangan grand foyer yang seperti sengaja didedikasikan sebagai galeri. Chandelier yang dibuat khusus di London menghadirkan ambience dramatis, dan penempatan pahatan Louise Nevelson memberi dampak cutting-edge yang maksimal.

aman and meeks

Tapi untuk menghidupkan detailnya, Aman & Meeks juga jeli dalam menyelipkan aksesori dekorasi otentik yang bahkan bisa dengan mudahnya didapat dari Bergdorf Goodman dan Barney’s seperti ragam objek di atas meja. Hingga membuat seluruh koleksi seni yang sang pemilik rumah dapatkan dari hasilnya mengelilingi dunia (sebut saja sederet seniman yang karyanya dikoleksi mulai dari Jean Dubuffet, David Hockney, Damien Hirst, Richard Prince, Roy Lichtenstein) bisa terekspos untuk memberi imajinasi pada mata yang melihatnya. Dan layaknya apartemen tipikal New York, kedua desainer mengaku bahwa spot relaksasi terbaik hadir pada kamar tidur utama dan kantor. Seperti retreat kecil dalam bunglon sebuah galeri seni pribadi.

aman and meeks

FOTOGRAFI KAREN FUCHS