/  

Prisia Nasution Sang Penari Revolusi

05.02.19 by Givania Diwiya Citta
prisia nasution

Prisia Nasution Sang Penari Revolusi – Meski menjadi bagian dari bintang sebuah campaign #KarenaKitaLebih, kita percaya bahwa Prisia Nasution sungguh-sungguh merepresentasikan dan memperjuangkan value bermakna sama. Karena nyatanya, sang aktris memanifestasikan perannya melalui perwujudan signifikansi nilai “lebih” yang seorang individu bisa kerahkan dari dalam diri, yaitu dalam menebar manfaat bagi orang lain dan sekitarnya, bahkan menjunjung misi personalnya untuk meleburkan kotak-kotak konvensional di antara kita.

Hai, Prisia, selama satu dekade berkarier, karya film Anda hampir selalu berakar pada landasan cerita yang bernilai sosial dan kearifan lokal, meski wujudnya ada dalam film bergenre drama seperti Sang Penari, Sokola Rimba, action seperti Pendekar Tongkat Emas, hingga biopic seperti Wage dan Jokowi. Apa yang mendorong keputusan Anda dalam pemilihan film berbenang merah tersebut?
Saya mengambil film dengan landasan, saat film itu sudah jadi, saya sendiri juga harus punya ketertarikan untuk menontonnya. Yaitu yang punya nilai lebih dari film tersebut.

prisia nasution

Top, PRADA. Jewelry, TIFFANY & CO.

Jalinan karya film Anda memang terasa seperti Anda menempatkan film bukan hanya sebagai karya hiburan, tapi film adalah lebih dari itu.
Sebenarnya pada akhirnya, film adalah hiburan. Yang harus saya nomor satukan tetap nilai hiburannya. Tapi jika seseorang bisa pulang dari bioskop dengan membawa pulang selain hiburan, maka akan jadi lebih baik. Making film is all about entertainment, jadi apa yang bisa dibawa pulang lebih dari menghibur? Saya sendiri pun setelah memainkan suatu film, turut membawa banyak hal untuk diri saya sendiri. Contohnya dari Sang Penari, saya mendapat banyak pengetahuan tentang ronggeng. Dan daripada saya mendapat ilmunya sendirian, saya ingin membagikan pengetahuan ini pada orang lain. Juga seperti Sokola Rimba, siapa yang tahu nyatanya di Jambi masih ada yang hidup di hutan?

Selain berkarier dalam film, akhir tahun 2018 lalu Anda mendirikan Kopi Panas Foundation yang bergerak dalam tiga pilar: manusia; lingkungan; dan satwa. Gerakan ini sebenarnya sudah lama kami lihat dari Anda personal. Apa yang akhirnya mendorong Anda untuk mencapai titik ini, dan mengapa baru sekarang meluncurkannya?
Awalnya saya memang tidak ingin orang lain tahu, karena saya tidak ingin tampak seolah-olah mencari nama. Tapi ada yang bilang bahwa justru jika ada orang lain yang tahu, maka bantuan akan bisa semakin banyak disalurkan. Lalu saya menemukan komunitas yang menyebut diri mereka sebagai fans club saya, tapi mengejutkannya tanpa dikoordinir dan tanpa saya mentoring, mereka justru bergerak sendiri dan serius menjalani inisiasi seperti pergi ke panti demi panti, sejalan seperti apa yang saya inginkan, bahkan menggarap isu-isu yang sudah lama membuat saya resah. Melihat keseriusan mereka, mengapa tidak lanjutkan saja menjadi pekerjaan full time? Akhirnya yayasan didirikan dan dijalani dengan serius, dan mereka pun bisa mendapat upah dari pekerjaan yang mereka pun sangat passionate mengerjakannya.

Apa target Anda untuk Kopi Panas Foundation di tahun 2019?
Untuk isu manusia, sekarang kami sedang fokus pada ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) yang berada di jalanan dan tidak terawat. Kami mencari formula agar mereka bisa sustain mendapat perawatan. Karena kita tahu sendiri bahwa saat sedang down hingga butuh bantuan psikiater, biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, apalagi bagi mereka yang tidak memiliki dana. Jadi kami mencari formula, tentang sistem saat kita melihat ODGJ di jalanan, apa tindakan selanjutnya. Meski ada Dinas Sosial, tapi harus lebih maksimal. Kami juga fokus membuat rumah-rumah untuk ODGJ agar mereka pun bisa hidup dengan layak.

prisia nasution

Top & pants, MAX MARA. Jewelry, TIFFANY & CO.

Untuk isu lingkungan?
Masih tentang isu utama global, yaitu sampah plastik. Kami ingin bantu dengan mencari alternatif lain, yang tidak selalu menyalahkan konsumen yang selama ini hampir selalu disodori produk berkemasan plastik. Kami bantu mencari solusi dari sudut pandang lain, agar tidak terus menerus menyalahkan manusia atas kerusakan lingkungan, karena manusia sendiri juga berjuang untuk memperbaiki lingkungan.

Lalu untuk isu binatang?
Saya sering mengunjungi daerah-daerah kecil, dan ternyata masih banyak sekali kebun binatang yang tidak terawat. Banyak hewan yang baik dilindungi atau tidak, dikurung dalam satu kandang, tidak mendapat makanan dan minuman yang layak, hingga terkena penyakit. Ini harus dicari solusinya. Dan kedua, tentang stray animals, terutama yang berada di jalanan. Saat ini kita baru memiliki rumah singgah di mana binatang yang diselamatkan ditampung, hingga ada yang mengambil untuk merawat. Di rumah saya sendiri ada 10 kucing rescue dan tiga anjing rescue.

Saya juga tertarik menanyakan hal ini. Tahun 2017 lalu Anda juga berpartisipasi dalam program pencegahan terorisme bersama BNPT, di mana Anda dan Suciyati didaulat memberi pembekalan pembuatan film pendek tentang keberagaman pada anak-anak SMA. Apa signifikansi dari pemahaman terhadap diversity yang ingin Anda picu?
Ini sudah tahun ketiga keterlibatan saya, dan kami pergi ke 32 provinsi di Indonesia. Awal mulanya adalah karena saya sempat di-bully oleh komunitas yang kononnya berbasis agama. Mereka membawa nama agama yang bahkan itu agama saya juga, mem-bully saya, dan saya merasa ini sudah terlalu. Saya selalu berprinsip tidak boleh mengeluh sampai saya tahu solusi yang bisa diambil. Akhirnya saya ke BNPT dan menyodorkan diri, “Ada yang bisa saya bantu? Karena rasanya negara ini mulai mengkhawatirkan.” Mereka pun menjelaskan bahwa terdapat serangkaian program, salah satunya untuk terorisme. Mari kita tarik ke akarnya. Terorisme muncul dari radikalisme. Akan berbahaya jika pikiran tentang satu hal adalah yang paling benar dibiarkan dan menjadi radikal, maka hal lain yang berseberangan akan dianggap salah. Dan radikal muncul karena tidak ada toleransi, jadi kami memulainya dari anak-anak SMA yang masih gundah terhadap belajar toleransi. Tapi karena bekal pengetahuan saya adalah dari industri film, maka saya formulasikan cara agar mereka bisa membuat film-film yang mampu melawan video-video hoax yang banyak tersebar. Lalu karya film mereka dibuatkan kompetisi agar mereka semangat, dan mereka juga diberikan pelatihan soal pembuatan film untuk bisa menciptakan film pendek mengenai toleransi.

prisia nasution

Top, BIASA. Jewelry, TIFFANY & CO.

Jadi jika Anda bisa mendefinisikan peran seorang aktris, apakah itu?
Saat menjadi aktris, mau tidak mau akan dibicarakan dan dilihat gerak-geriknya oleh publik. Secara tidak langsung, pada akhirnya menjadi tanggung jawab sosial, meski itu muncul tanpa kita bisa memilihnya. Tapi beban morilnya bagi saya adalah, jika saya melakukan hal yang kacau, bisa jadi ada yang bisa ikut terpengaruh melakukan hal yang salah. Jadi karena ada yang mengacu pada saya, saya ingin mengajak untuk mari buat perubahan yang baik bersama-sama.

Mari beralih ke topik wellness. Anda juga selalu aktif bergerak dan berolahraga, mulai dari pencak silat, diving, wall climbing, rock climbing, ada lagi yang belum saya sebut?
Muay thai, yoga, basket, lari keliling kompleks dengan anjing-anjing rescue saya, dan akhirnya kembali lagi ke silat.

Apa indulgence dari berolahraga sampai Anda tidak mau berhenti melakukan itu semua?
Terutama dari silat, saya banyak belajar lebih soal hidup. Dulu saat SD, saya memang tidak pernah bisa diam, dan saya jadi tempat mengadu bagi teman-teman, seperti kejahilan anak laki-laki ke anak perempuan, dan lain-lain. Jadi saya sering berkelahi. Akhirnya saat SMP, ayah saya mendaftarkan saya ke ekstrakurikuler silat. Di sana pelatih saya justru bilang, jika ada yang mengajak ribut, tidak perlu diladeni. Sekali, dua kali, tiga kali, hingga lawan yang memulai pertengkaran duluan, maka ajak ke tempat sepi untuk menyelesaikannya, dan jangan mengundang orang lain tahu. Intinya adalah refleksi terhadap diri sendiri. Untuk menjaga emosi, bukan untuk mencari keributan. Karena seperti di pertandingan, jika kita tidak bisa mengontrol emosi, maka kita yang akan sangat mudah dikontrol lawan. Banyak juga nilai-nilai kekeluargaan yang ditanamkan. Meski pertandingan terakhir saya sudah lama sekali saat Kartini Cup 2007, tapi saat kemarin datang lagi ke Asian Games, semua masih menganggap saya terasa seperti masih bagian dari tim. Dan nilai lain yang saya pelajari sendiri, adalah pada akhirnya, kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri. Seperti saat di gelanggang, meski pelatih bilang untuk melakukan ini dan itu, tapi yang ada di depan lawan adalah diri kita sendiri. Jadi saya harus berteman dengan diri sendiri, jangan memusuhinya. Membuat saya menghargai postur tubuh sendiri, bangga terhadapnya, bahwa tidak semua kaki besar adalah salah, bahwa semua bagian tubuh memiliki fungsinya masing-masing.

prisia nasution

Top, TOTON. Jewelry, TIFFANY & CO.

Anda juga sudah mulai bertransisi pada sustainable food seperti yang salah satunya Anda soroti, sorghum. Bisa jelaskan lebih lanjut seperti apa proses evolusi Anda dalam meraih wellbeing secara holistik?
Saya sesungguhnya orang yang menyantap apapun. Karena bagi saya, jika membatasi makanan, rasanya tidak hidup secara penuh. Maka dari itu saya perkenalkan sorghum sebagai alternatif nasi. Sorghum punya esensi seperti nasi, bahkan dia tanpa kadar gula. Dahulu sorghum dijadikan bahan pakan ternak karena bisa tumbuh di mana dan kapan saja, tidak seperti padi yang perlu pestisida dan masa musim panen. Dan seperti yang kita tahu, nasi yang organik juga tidak dipungkiri masih mahal untuk meraihnya. Jadi saya hanya memperkenalkan bahwa ada alternatif yang murah meriah, sehat dan enak, bahkan lebih enak daripada beras merah. Tapi gaya hidup saya dalam makanan tetap bebas, asal tidak ada yang berlebihan.

Adakah misi personal dari gerakan sustainable lifestyle tersebut terhadap kekosongan scene ini, terutama di Jakarta secara spesifik?
Saya akan lebih bahagia jika bisa berbelanja langsung dari petani, karena mereka pun akan mendapat untung yang lebih banyak, tidak perlu terpotong oleh tengkulak. Saya juga beruntung bahwa sekarang saya menemukan supplier buah yang sumbernya langsung dari petani lokal. Saya bisa berbelanja tergantung hasil panen mereka, ada srikaya jumbo yang sangat enak, atau buah naga, dan harganya beda jauh dari supermarket, bahkan terasa lebih manis karena proses cocok tanam yang dilihat dan diawasi satu per satu dengan benar.

Apa proyek terkini Anda?
Teater Nyanyi Sunyi Revolusi yang mengisahkan tentang penyair tanah air, Amir Hamzah, Februari ini.

prisia nasution

Total look, VALENTINO. Jewelry, TIFFANY & CO.

FOTOGRAFI: Julian Latif
STYLING: Caroline Meliala
MAKEUP: Archangela Chelsea
HAIR: Osha Puspita Sari
PHOTOGRAPHED AT: Schemarea Studio
FOTO UTAMA: Top, PRADA. Jewelry, TIFFANY & CO.