Sinergi Kultur Uganda dan Nordic Art pada Koleksi Kayiwa

28.04.19 by Rizky C. Rory

Sinergi Kultur Uganda dan Nordic Art pada Koleksi Kayiwa – Dua bangku terbaru dengan injeksi gemstone hadir sebagai koleksi limited edition milik interior design Kayiwa yang berbasis di Helsinki. Terinspirasi dari sinergi perpaduan budaya tradisional milik kerajaan Bugandan dan Lugbara di Uganda, desain dari asscher dan emerald mendemonstrasikan artefak yang bersentuhan dengan keterampilan tinggi artisan serta infusi teknologi terkini Kayiwa. Fungsi dari asscher dan emerald juga dapat digunakan sebagai side table, keduanya diciptakan secara presisi bagi para kolektor interior.

Estetika Desain dari Perpaduan Dua Budaya

sinergi perpaduan budaya kayiwa

Desainer juga seniman yang berada dibalik interior design Kayiwa yaitu Lincoln Kayiwa mempertemukan arsip otentik sinergi kebudayaan Uganda yang merupakan tempat kelahirannya dengan kekayaan bumi yang dimiliki Finlandia. Tradisi serta budaya Afrika yang kaya dan juga estetika Nordic art, telah menjadi landscape yang terus dijelajah Lincoln Kayiwa untuk meleburkan kedua unsur sinergi cross culture tersebut menggunakan balutan craftsmanshipdan desain,pada daftar panjang koleksi interior design Kayiwa. Tidak terkecuali asscher dan emerald yang merupakan bangku dengan ornamen batu mulia jasper brecciadan chrome diopside yang diadopsi dalam bentuk prisma

Batu Permata milik Sumber Bumi Finlandia

Gemstone pada asscher dan emerald diperoleh dari sumber bumi berkesinambungan yang berlokasi di Finlandia melalui Everyman’s Right: hak bagi masyarakat umum yang tinggal atau berkunjung ke Finlandia untuk menikmati berbagai sudut dan sumber daya alam milik Finlandia dengan tata cara yang ramah, termasuk mencari dan mengumpulkan sampel. Pada kenyatannya, penemuan gemstone terbanyak di Finlandia banyak terjadi pada para penggemar.

sinergi perpaduan budaya kayiwa

 

Batu red jasper yang terdapat di kota Lapland, berasal dari quartz veindalam rupa fragmen atau kepingan yang bermuatan matriks butiran halus. Daya pikat red jasperialah variasi motif menawan yang dihasilkan oleh butiran halus tersebut dan pembentukan ulang batu ini. Batu populer lainnya ialah chrome diopside yang terdapat di dalam Skarn atau jenis bebatuan metamorf sejenis kalk-silikat yang bisa ditemukan di tambang yang tidak lagi beroperasi di Outokumtu, Finlandia.

Karakteristik dari red jasper dan chrome diopside yang bold juga melewati proses penyempurnaan yang dilakukan oleh Kayiwa dengan proses pemotongan dan poles pada tingkat prima tanpa mengurangi kualitas dari batu. Dengan rata-rata 7 pada skala kekerasan mineral Mohs, kedua batu permata dipotong dan dipoles hingga tingkat yang sangat baik. Lubang dan pori-pori terjadi secara alami dan tidak mengurangi keawetan batu permata yang didiami oleh daun emas 24 karat.

sinergi perpaduan budaya kayiwa

Baca Juga: Ekshibisi Karya Schiele dan Basquiat di Paris